kita gak tw apa yg akan terjadi esok pgi
ketika kita mmbuka mata
ketika kita bngun dari tidur lelap
bangkit dari kasur empuk yg kita tiduri
kita gak tw ap yg akan terjdi esok pagi
setelah bangun tidur
sprti aku
setelah bngun tdur,, kudapati jerawat pada hidungku
esoknya, stelah bngun tdur kudapati mata kananku merah dan perih, trkna pnyakit mta
stelah bngun tdur pula, kudapati kedua tanganku sakit
kita gak tw apa yg akn terjdi esok pagi
setelah bngun tdur
jadi,, apa salah qt mengucap doa sebelum tidur?
apa rugi kita berharap dan meminta perlindungan saat kita tidur?
kita gak tw apa yg akan terjdi esok pagi
saat mmbuka mata kita
atw mungkin,,
saat kita mmbuka mata
kita akan tw bgimna surga atw meraka..
Jumat, 06 November 2009
Sabtu, 31 Oktober 2009
Temand-temand
Seperti kau tahu, hidup tanpa teman pasti akan terasa sangat hampa. Tak ada yang menyemangati kita, menghibur di kala duka, dan membuat kita tertawa, bahagia!
Dan inilah teman2ku yang sangat aku sayangi...
:: ini temanku yg paling baek. Geani Pratiwi, aku pnggil ge2. Meskipun kadang2 dy nyebelin, tpi dy adalah the best friend aku. Kita banyak punya kesamaan. Dan impian kita adalah menjadi yang terbaik! Meski kita bersaing, tapi selalu saling menyemangati.
:: Syifa Nurdhiyanti. Ini sih, my soulmetoo.. Hhe,, temandku yang selalu menemani di saat2 sulit pada ekskul angklung di sekolahku. Kita dekat ya karena satu ekskul dan sama2 mengikuti OSIS. Meski dy cerewet dan kdg2 nyebelin juga, tpi tanpa dy, aku gg akan sanggup brtahan di angklung sampai sejauh ini..
:: Mira Budi Eriani. Nona 'bangsawan' cantik ini teman sebangkuku di kelas. Dy juga sekretaris di INSA, MPK dan di kelas juga. Orangnya suka kikuk sendiri tapi asik banget! Gambar2 manganya bagus lo!
:: ini c Pipay. Nama aslinya c, Hilfi Fadiahul. Teman curhatku kalau di kelas gg ada guru. Dy suka nasehatin aku. Teori2 yang dibuat dia kadang benar meski awalnya aku menyangkalnya.
:: Aulia Apriliani Suhubdy. Dy temanku dari Mataram. Aku kenal dy dalam karantina IJSO dan dy salah satu teman sekamarku. Meski cuma sebulan bersama, tapi kuharap persahabatan kita selamanya.
:: ini Astiti dari Magelang. Aku dan teman2 memanggilnya Avie. Mungkin penjelasannya sama seperti Aulia. Dy teman sekamarku juga. Kita sering kontak2an lewat Facebook.
:: ini Irvan. Pacarnya Mira. Aku lumayan sering cerita sm dy, n chattingan sm dy. Orangnya lumayan pinter, pernah jadi salah satu pesaing aku di lomba Siswa berprestasi tingkat sekolah.
:: Yuni atau Uun. Orangnya kreatif. Tubuhnya tinggi tapi kelakuannya kadang kayak anak kecil.
:: Dwi Zulkifly. Waktu kls 7 prnah skelas, skrg kls 9 skelas lgi. Penggila WG. Tpi lumayant dijadiin tmen. Sohibnya yg juga sohibku jga yaitu zatnika atw c kejud. Aku gg dapet ftonya jdi gg kumasukin ksni..
:: Dicki. Orangnya nyebelind, ska marah2. Tpi, kdg2 bsa baek jga. Salah stu temanku ngefans sma dy.
:: yg ditengah itu Mala. Temanku yg pling sering nelpon wktu aku dikarantina di Bandung selama 1 bulan bwd IJSO. Meski skrg gg skelas lgi, tpi qt msh brteman baek.
:: sekalian aja, ya.. Ini teman2ku yg laen. Dari atas kiri-kanan-bawah kiri-kanan: Ertin, Icha, Zustina, Fira, Dena. Mereka teman baekku jga. Mereka pling suka jalan2. Rata-rata qta trpisah klas saat kls 9 skrg..
:: ini tmand2 skelasku di 8c. Miss U all..
Cttn:: Sebener.a tmen Nnu msih bnyak,, tpi gg muat klo ditampilin satusatu. Ada jga best friend ak yg laen tpi gg ditampilin krna Nnu gg pnya fto.na.
Tpi yg pnting,, qta ttp BEST FRIEND FOREVER..
Dan inilah teman2ku yang sangat aku sayangi...
Cttn:: Sebener.a tmen Nnu msih bnyak,, tpi gg muat klo ditampilin satusatu. Ada jga best friend ak yg laen tpi gg ditampilin krna Nnu gg pnya fto.na.
Tpi yg pnting,, qta ttp BEST FRIEND FOREVER..
Senin, 05 Oktober 2009
It's Me..
Mungkin orang2 bertanya,, blog apa sih ini?? Gajelas bgt?? Hha..
Tpi,, asal kalian tau aja, ini blog aku,, yang berisi semua tentang aku,, dan sebagian kecil kehidupan aku. Ya,, inilah Nurani's World.. Pelampiasan rasa senang, sedih, tawa, tangis, marah, kecewa aku.
Aku adalah seorang anak biasa yang terlahir tgl 29 Maret 1995 di kota Subang tercinta. Sekarang aku duduk di kelas 9B SMPN 1 Subang. Yakh,, di sekolah aku sangat menyukai pelajaran Matematika dan bergelut di bidang itu.
Mungkin aku hanyalah anak biasa yang mungkin kini tengah tertidur. Tapi lihatlah, suatu saat nanti aku kan bangun dan mengubah dunia !
Tpi,, asal kalian tau aja, ini blog aku,, yang berisi semua tentang aku,, dan sebagian kecil kehidupan aku. Ya,, inilah Nurani's World.. Pelampiasan rasa senang, sedih, tawa, tangis, marah, kecewa aku.
Aku adalah seorang anak biasa yang terlahir tgl 29 Maret 1995 di kota Subang tercinta. Sekarang aku duduk di kelas 9B SMPN 1 Subang. Yakh,, di sekolah aku sangat menyukai pelajaran Matematika dan bergelut di bidang itu.
Mungkin aku hanyalah anak biasa yang mungkin kini tengah tertidur. Tapi lihatlah, suatu saat nanti aku kan bangun dan mengubah dunia !
_tujuh_
Tujuh itu bilangan ganjil
Sekaligus bilangan prima
Ada pula yang bilang bilangan keberuntungan
Tapi aq bilang 7 is the coolest number
Banyak yang menggunakan angka 7
Band dalam negeri seperti Sheila on 7
Ataupun luar negeri seperti Avenged 7fold
Dongeng-dongeng juga begitu
Putri Salju dan 7 kurcaci
Jaka Tarub dan 7 bidadari
Bumi pun seakan mendukung
Tujuh samudera
Tujuh keajaiban dunia
Bahkan tujuh lapis langit
Bagiku tujuh itu angka misteri
Bukan hanya aku suka angka
Tapi karna makna dari angka tujuh itu
Bukan hal yang semua orang tahu
Dan bukan pula yang kalian kira slama ini
Aku menaruh simpati pada angka 7
Bukan pada SESEORANG di balik angka tujuh itu,
Sebab karna seseorang itu,
Aku bisa menjadi sangat benci pada angka 7..
Sekaligus bilangan prima
Ada pula yang bilang bilangan keberuntungan
Tapi aq bilang 7 is the coolest number
Banyak yang menggunakan angka 7
Band dalam negeri seperti Sheila on 7
Ataupun luar negeri seperti Avenged 7fold
Dongeng-dongeng juga begitu
Putri Salju dan 7 kurcaci
Jaka Tarub dan 7 bidadari
Bumi pun seakan mendukung
Tujuh samudera
Tujuh keajaiban dunia
Bahkan tujuh lapis langit
Bagiku tujuh itu angka misteri
Bukan hanya aku suka angka
Tapi karna makna dari angka tujuh itu
Bukan hal yang semua orang tahu
Dan bukan pula yang kalian kira slama ini
Aku menaruh simpati pada angka 7
Bukan pada SESEORANG di balik angka tujuh itu,
Sebab karna seseorang itu,
Aku bisa menjadi sangat benci pada angka 7..
The Golden Ticket
(Ini adalah artikel favorit qw,, udah diterbitkan d wordpress IJSO n Note di FB qw.. Hhe.. Add my FB ia,, noeranie_iq77@yahoo.co.id.. :)
Tiket ke Bandung untuk mengikuti IJSO bagaikan Golden Ticket seperti pada film Charlie & the chocolate factory. Banyak orang yang menginginkannya begitu pula aku.
Sekolahku, SMPN 1 Subang, termasuk salah satu sekolah yang ditunjuk oleh dinas agar mengirimkan siswanya untuk mengikuti seleksi IJSO. Guru-guru di sekolahku giat memilih siswanya. Lalu, dipilihlah 4 orang yang memenuhi syarat dari pembinaan OSN di sekolahku. Dan beruntung, salah satunya adalah aku.
Hari yang dinanti pun tiba, aku & 3 orang temanku pergi ke Bandung untuk melaksanakan seleksi. Berulang kali guruku berkata, “Jangan terlalu ambisius, Nak! Tak apa kalau tak berhasil. Kabupaten Subang memang belum pernah masuk IJSO..” katanya. Sempat ada rasa pesimis dalam diriku. Namun ku tetap berusaha untuk menjadikannya sebagai motivasi.
Namun malang, kami datang terlambat. Seleksi sebentar lagi dimulai dan yang lebih parah lagi, kursi kami telah ditempati siswa lain sehingga kami dilarang masuk. Dengan rasa takut, cemas, kecewa dan kesal kami berempat berdiri menunggu di depan pintu masuk. Guru kami terlihat bersikeras memasukkan kami. Akhirnya setelah beberapa menit, ada juga bersedia dikeluarkan itupun dengan negosiasi yang cukup panjang. Saat itu yang kurasa hanya takut & cemas. Bagaimana tidak? Kasihan sekali orang yang menempati kursiku tadi. Ia harus pulang tanpa sempat mengikuti test. Tapi, apa dayaku?? Aku hanya berusaha mengikuti test dengan baik dan tak kusangka hari itu merupakan titik awal bagiku untuk menggapai kesuksesan.
Tepatnya hari Selasa, saat aku tengah mempersiapkan untuk seleksi OSN tingkat Kabupaten esok harinya, guru fisikaku, Pak Aang (we love u..) dengan sedikit berteriak berkata, “Nurani… kamu masuk pembinaan IJSO!! Hari Jumat kamu pergi ke Bandung selama 1 Bulan..!!”. Aku ternganga. Benar-benar kaget. Antara senang dan ragu. Selama 1 bulan aku meninggalkan kota Subang?? Bagaimana bisa?? Tapi, ini merupakan satu KESEMPATAN.
Banyak sekali yang aku korbankan untuk mengikuti IJSO ini. Dari mulai majalah sekolah yang belum selesai kurampungkan, serah terima penghargaan dari bupati dalam rangka Hardiknas, sampai lomba siswa berprestasi tingkat Provinsi yang seharusnya aku ikuti tanggal 4-7 Mei. Namun, semua itu kukorbankan demi mengikuti ajang bergengsi ini.
Di Bandung ternyata sangat menyenangkan. Bertemu dengan 44 anak cerdas se-Indonesia membuatku betah tinggal disana. Apalagi dengan beragamnya bahasa mereka. Satu yang kutemukan disana adalah: Anak pintar juga suka tidur di kelas (maaf, Fif..!). Ya iyalah, anak IJSO juga kan manusia.. Hhe.. Apalagi dengan waktu belajar yang cukup padat dan rasa kebersamaan yang tinggi sehingga tak jarang kami tidur larut sekali. Tapi itu tidak sebanding dengan betapa luar biasanya kecerdasan anak-anak IJSO disini. Ilmu bekalku terasa belum cukup dan itu yang membuatku termotivasi untuk belajar dan belajar. Saat praktikum di laboratorium ITB pun merupakan momen yang paling kusuka. Waktu piknik, waktu belajar, waktu kuliah malam, sampai waktu testing yang sering terganggu oleh musik senam di luar gedung sungguh berkesan bagiku.
Dan peristiwa yang penting lagi yaitu waktu aku jatuh sakit. Entah karna pola makanku yang buruk, entah karena pertengkaranku dengan Aulia, teman sekamarku. Ya, waktu itu kami bertengkar karna suatu persoalan dan esoknya saat aku bangun tidur, aku merasa tidak enak badan. Aulia dan Avi, teman sekamarku dengan sabar merawatku dan memanggilkan bu Lubna. Teman-teman dari kamar lain pun banyak yang menjenguk. Aku merasa terharu dengan semua ini (terimakasih semuanya..). Setelah aku minta maaf pada Aulia dan dibawa ke dokter oleh Mas Agus dan Mbak Zim bersama Putu yang juga sakit, aku berangsur-angsur sembuh.. Tapi bukan aku saja yang jatuh sakit. Beberapa temanku juga terserang sakit, tapi sakit diare. Cukup banyak siswa yang terkena sampai-sampai dapat membentuk sebuah ‘komuntitas’ yang dijuluki ‘PADI’ alias Perkumpulan Anak Diare Ijso.. Hhe..
Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Selama sebulan, banyak sekali cerita dan pelajaran berharga yang kutemui. Minggu terakhir, aku merasa tak ingin pulang. Aku ingin tetap disini, bersama teman-teman. Aku tidak ingin pulang..
Tapi, waktu akan terus berjalan. Akhirnya, 1 bulan berlalu, tibalah saat penutupan. Harapan terbesarku adalah masuk 6 besar. Namun Tuhan berkehendak lain. Aku berusaha menerima dan meyakini bahwa ini takdir terbaik. Saat film kenangan diputar, tawa masih menyertaiku. Tapi, airmata tak terbendung kala aku dan teman-teman bersalaman dan berpelukan tanda perpisahan. Kami yang selalu bersama selama 1 bulan dari pagi hingga malam harus berpisah. Entah kapan kami bertemu lagi. Aku menangis bukan karena tidak mendapat kesempatan ke Azerbaijan. Biarlah aku tak masuk 6 besar. Jika aku belum pantas menyandang nama Indonesia di ajang Internasional, biarlah orang lain yang lebih pantas asalkan Indonesia tetap berjaya. Karna tujuanku bukan ingin menunjukkan “INI SAYA” tetapi “INI KAMI”, anak Indonesia yang membanggakan.
IJSO 2009 Indonesia, Sukses!! Bwd tmn2 I love u.. n bwd yg trpilih, medh b’juang,ya…
Tiket ke Bandung untuk mengikuti IJSO bagaikan Golden Ticket seperti pada film Charlie & the chocolate factory. Banyak orang yang menginginkannya begitu pula aku.
Sekolahku, SMPN 1 Subang, termasuk salah satu sekolah yang ditunjuk oleh dinas agar mengirimkan siswanya untuk mengikuti seleksi IJSO. Guru-guru di sekolahku giat memilih siswanya. Lalu, dipilihlah 4 orang yang memenuhi syarat dari pembinaan OSN di sekolahku. Dan beruntung, salah satunya adalah aku.
Hari yang dinanti pun tiba, aku & 3 orang temanku pergi ke Bandung untuk melaksanakan seleksi. Berulang kali guruku berkata, “Jangan terlalu ambisius, Nak! Tak apa kalau tak berhasil. Kabupaten Subang memang belum pernah masuk IJSO..” katanya. Sempat ada rasa pesimis dalam diriku. Namun ku tetap berusaha untuk menjadikannya sebagai motivasi.
Namun malang, kami datang terlambat. Seleksi sebentar lagi dimulai dan yang lebih parah lagi, kursi kami telah ditempati siswa lain sehingga kami dilarang masuk. Dengan rasa takut, cemas, kecewa dan kesal kami berempat berdiri menunggu di depan pintu masuk. Guru kami terlihat bersikeras memasukkan kami. Akhirnya setelah beberapa menit, ada juga bersedia dikeluarkan itupun dengan negosiasi yang cukup panjang. Saat itu yang kurasa hanya takut & cemas. Bagaimana tidak? Kasihan sekali orang yang menempati kursiku tadi. Ia harus pulang tanpa sempat mengikuti test. Tapi, apa dayaku?? Aku hanya berusaha mengikuti test dengan baik dan tak kusangka hari itu merupakan titik awal bagiku untuk menggapai kesuksesan.
Tepatnya hari Selasa, saat aku tengah mempersiapkan untuk seleksi OSN tingkat Kabupaten esok harinya, guru fisikaku, Pak Aang (we love u..) dengan sedikit berteriak berkata, “Nurani… kamu masuk pembinaan IJSO!! Hari Jumat kamu pergi ke Bandung selama 1 Bulan..!!”. Aku ternganga. Benar-benar kaget. Antara senang dan ragu. Selama 1 bulan aku meninggalkan kota Subang?? Bagaimana bisa?? Tapi, ini merupakan satu KESEMPATAN.
Banyak sekali yang aku korbankan untuk mengikuti IJSO ini. Dari mulai majalah sekolah yang belum selesai kurampungkan, serah terima penghargaan dari bupati dalam rangka Hardiknas, sampai lomba siswa berprestasi tingkat Provinsi yang seharusnya aku ikuti tanggal 4-7 Mei. Namun, semua itu kukorbankan demi mengikuti ajang bergengsi ini.
Di Bandung ternyata sangat menyenangkan. Bertemu dengan 44 anak cerdas se-Indonesia membuatku betah tinggal disana. Apalagi dengan beragamnya bahasa mereka. Satu yang kutemukan disana adalah: Anak pintar juga suka tidur di kelas (maaf, Fif..!). Ya iyalah, anak IJSO juga kan manusia.. Hhe.. Apalagi dengan waktu belajar yang cukup padat dan rasa kebersamaan yang tinggi sehingga tak jarang kami tidur larut sekali. Tapi itu tidak sebanding dengan betapa luar biasanya kecerdasan anak-anak IJSO disini. Ilmu bekalku terasa belum cukup dan itu yang membuatku termotivasi untuk belajar dan belajar. Saat praktikum di laboratorium ITB pun merupakan momen yang paling kusuka. Waktu piknik, waktu belajar, waktu kuliah malam, sampai waktu testing yang sering terganggu oleh musik senam di luar gedung sungguh berkesan bagiku.
Dan peristiwa yang penting lagi yaitu waktu aku jatuh sakit. Entah karna pola makanku yang buruk, entah karena pertengkaranku dengan Aulia, teman sekamarku. Ya, waktu itu kami bertengkar karna suatu persoalan dan esoknya saat aku bangun tidur, aku merasa tidak enak badan. Aulia dan Avi, teman sekamarku dengan sabar merawatku dan memanggilkan bu Lubna. Teman-teman dari kamar lain pun banyak yang menjenguk. Aku merasa terharu dengan semua ini (terimakasih semuanya..). Setelah aku minta maaf pada Aulia dan dibawa ke dokter oleh Mas Agus dan Mbak Zim bersama Putu yang juga sakit, aku berangsur-angsur sembuh.. Tapi bukan aku saja yang jatuh sakit. Beberapa temanku juga terserang sakit, tapi sakit diare. Cukup banyak siswa yang terkena sampai-sampai dapat membentuk sebuah ‘komuntitas’ yang dijuluki ‘PADI’ alias Perkumpulan Anak Diare Ijso.. Hhe..
Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Selama sebulan, banyak sekali cerita dan pelajaran berharga yang kutemui. Minggu terakhir, aku merasa tak ingin pulang. Aku ingin tetap disini, bersama teman-teman. Aku tidak ingin pulang..
Tapi, waktu akan terus berjalan. Akhirnya, 1 bulan berlalu, tibalah saat penutupan. Harapan terbesarku adalah masuk 6 besar. Namun Tuhan berkehendak lain. Aku berusaha menerima dan meyakini bahwa ini takdir terbaik. Saat film kenangan diputar, tawa masih menyertaiku. Tapi, airmata tak terbendung kala aku dan teman-teman bersalaman dan berpelukan tanda perpisahan. Kami yang selalu bersama selama 1 bulan dari pagi hingga malam harus berpisah. Entah kapan kami bertemu lagi. Aku menangis bukan karena tidak mendapat kesempatan ke Azerbaijan. Biarlah aku tak masuk 6 besar. Jika aku belum pantas menyandang nama Indonesia di ajang Internasional, biarlah orang lain yang lebih pantas asalkan Indonesia tetap berjaya. Karna tujuanku bukan ingin menunjukkan “INI SAYA” tetapi “INI KAMI”, anak Indonesia yang membanggakan.
IJSO 2009 Indonesia, Sukses!! Bwd tmn2 I love u.. n bwd yg trpilih, medh b’juang,ya…
Langganan:
Komentar (Atom)