Selasa, 27 Maret 2012

hey

Hey mine, lagi-lagi aku harus bercerita kepadamu. Setiap pikiranku buntu, hatiku kusut, aku pasti membukamu. Dan pasti melihat rangkaian huruf ‘nfighting’ yang aku tempelkan di tengahmu ini.

Besok aku ulang tahun, entah kenapa perasaanku gundah. Aku telah lama menanti hari esok, saat umurku genap berusia 17 tahun, tapi entah kenapa rasanya aku berfikir ‘ah, 29 Maretnya nanti ajalah datengnya, jangan sekarang’

Sudah semenjak tanggal 5 Maret, tanggal putus aku dengan orang yang paling aku cintai, hubungan aku dengannya merenggang. Aku sempat bingung kenapa bisa begitu, kenapa dia bisa menjadi seseorang yang sama sekali aku ngga kenal. Orang yang biasanya menjaga senyumku agar tidak pudar, sekarang malah menjaga air mataku tetap mengalir. Saat itu, hampir setiap malam aku menangis di sertai perih yang terasa menusuk-nusuk di dada. Menangis tanpa seorangpun tahu dan menenangkanku. Menangis setiap membaca kata-kata yang dia kirimkan, yang bukannya menghapus luka, malah menambah perih.

Aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk meninggalkannya. Mimpi terbesarku: menikah dengannya, telah menutup mataku dari dosa sebesar apapun yang dia perbuat. Andaikan dia sengaja menyakiti akupun aku masih punya cadangan beribu kotak maaf untuknya. Namun semakin hari aku semakin dibuatnya bingung. Dia kadang baik, memberi bunga, lalu jahat lagi. Setelah itu baik lagi, tersenyum padaku, dan esoknya tak ada lagi. Lalu baik lagi, memberi coklat, dan cuek lagi. Aku bingung, merasa dipermainkan. Terkadang aku dibuatnya menjadi seseorang yang menjijikan dengan segudang kesalahan padanya. Tak ada satu kebaikanpun dalam diriku. Ia bahkan meng-crop foto bersama kami, dan di-uploadnya agar orang2 tahu dan menertawakanku. Aku bagai dicampakkannya. Padahal aku menyayangi setiap foto bersama kita (yang jumlahnya terbatas) melebihi apapun. Sedangkan dia? Dan yang paling parah, ia mebawa-bawa mantannya dalam cerita ini. Itu yang paling aku tidak suka.

Akhirnya, saat kejengkelanku memuncak, ia mengakui bahwa sikapnya selama ini adalah dalam rangka kejutan ulang tahunku. Waktu itu aku percaya ngga percaya, soalnya aku ga pernah kepikiran sampai situ. Padahal waktu aku berbuat yang sama padanya saat dia ulang tahun, dia marah besar.

Setelah pengakuan itu, sikapnya tidak berubah membaik. Smsnya, status2nya,semakin membuat aku galau. Ini masih pura2 atau nyata? Sebagian hatiku mulai lelah akan sikapnya, namun sebagian yang lain berusaha berpikir positif, ini hanya pura2. Kelak setelah aku selesai ulang tahun, sikapnya akan menjadi baik seperti dulu. Sayang aku seperti dulu. Namun aku kadang ragu. Kemungkinan itu walau sepersen pun, mungkin terjadi. Mungkin saja setelah 29 Maret sikapnya tetap begini. Mungkin saja dia benar2 membenciku. Mungkin saja tak ada niat sedikitpun untuk kembali denganku. Mungkin saja dia telah memilih orang lain. Ah, semua kemungkinan itu membuat dadaku semakin sesak.

Aku percaya dia tidak akan setega ini padaku, namun kenyataan berkata lain. Meski aku marah , meski aku pasang status macam2 (untuk melihat reaksinya), meski aku mengiba-ngiba, dia tetap dalam sikapnya. Itu yang semakin menambah pikiran burukku tentangnya.

Aku menyayanginya lebih dari apapun. Janji-janjinya yang (dulu) tak pernah ia ingkari membuat hatiku tak kuasa berpaling darinya. Meski di luar sana banyak yang bisa menerima aku, tapi tak kan sama dengan cara dia menerima aku.

Harapanku Cuma satu, dia tidak berubah, dan takkan pernah berubah. Biarlah rasa sakit aku sekarang hanya sebagai mimpi buruk saja. Semoga semua yang ia lakukan hanya pura-pura, dan untuk menyenangkan aku nantinya. Semoga saja, karna aku sangat mencintai dan tidak ingin kehilangannya.

Dan untuk besok, kado terbesar yang paling aku inginkan adalah, hubungan kita kembali J meski raga kita tidak bisa sedekat dulu, tapi dalam hubungan ini, aku ingin hati kita yang tetap dekat.

Tak ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hati aku, dan aku harap kamu juga begitu J love you my 121110 :*

Kamis, 10 Maret 2011

Curcol

Huah, tadinya aku sempet mikir buat berhenti blogging. Males rasanya. Jujur, aku emang suka banget nulis. Liat aja buku pelajaran SMP aku penuh banget sama corretan kejadian yang menurutku tak terduga. Aku emang gak suka nulis buku diary, tapi kalo ada kejadian yang menyenangkan, atau puisi geje yang tiba2 terlintas di pikiran, pasti aku tulis.

Ngiri banget deh ngeliat blog orang2 yang bagus. Aku jga pngen ngebagusin blog, tapi apa daya, kalo aku lagi kaga males, tapi koneksi tak mendukung. Yah, pasrah aja dengan blog aku yang sekarang.

Seperti yang tadi aku bilang, aku udah males banget nulis di blog. Tapi entah kenapa hari ini aku pengen curhat, hiks. Perasaan aku udah gak menentu gini semenjak kemarin sore. Pasalnya, si orang-yang-nyebelin-tapi-sangat-aku-sayang itu bisa-bisanya pergi jauh ke Palembang, tanpa bawa charger! (Dan kalian tahu? Ini kejadian kedua kalinya. Sebelumnya dia pernah pergi ke Jakarta dan melakukan hal yang sama). Kontan saja, hanya beberapa jam dari kepergiannya, hpnya pun mati. Dan semenjak itulah penderitaanku muncul.

Aku pikir, dia disana cuma bentar, soalnya cuma mau ke tempat sodaranya yang meninggal dan perginya juga dadakan. Plus alasannya lupa membawa charger mungkin bisa dikaitkan dengan kepergiannya yang cuma sebentar. Akupun menunggunya sampai tengah malam. Berharap hpku berbunyi dan ada nama dia. Selain itu aku jadi kayak orang stres yang terus ngirimin dia sms dan nelfon nomernya. Padahal aku tau sendiri, dia gak akan jawab sms aku bahkan angkat telfon aku.

Ah, rasanya aku nyesel banget, pas telfon terakhirnya, beberapa menit sebelum hpnya mati, aku gak ngomong banyak sama dia. Soalnya di rumah banyak orang sih, aku jadi gak bebas ngobrolnya. Dia juga baru bilang gak bawa charger pas hampir aja mau mati hpnya. Padahal kalo tau itu lebih awal, aku pasti akan memanfaatkan sebaik2nya 'masa hidup' si hp -,-

Aku jadi parno sendiri. Setiap hp bunyi aku buru2 ngeliat. Berharap dari dia, tapi bukan. Bahkan saat tidur malamnya pun, aku spontan bangun saat hp bunyi, dan kembali kecewa karena itu bukan sms darinya. Menambal kekecewaan, akupun mengiriminya sms: kalo udah pulang langsung hubungin aku ya!

Bener2 hari ini aku gak semangat ngapa2in. Aku kira aku sama dia biasa aja, tapi ternyata aku bener2 butuh dia. Aku gak nyangka aku bisa sebegitu ketergantungannya sama dia. Ya jelas sih, setiap hari smsan non stop, telfonan kuat berlama2, pas ditinggalinnya kerasa banget kehilangannya. Gak nyangka ini semua terjadi pada orang yang dulu aku ngga kenal sama sekali.

Haah, jadi inget masa lalu. Jujur dulu aku gak kenal sama dia, kenalan pun hanya dari dunia maya. Waktu tau dia ada rasa sama aku, aku bener2 takut dan bingung. Aku belum begitu kenal sama dia. Akhirnya kita memutuskan untuk lebih mengenal dulu. Yah, selama proses itulah mungkin rasa ini tumbuh #aih. Hingga tanggal 12.11.10, aku memilih dia, meski harus menyakiti perasaan cowok lain (karena hari itu aku dihadapkan pada 2 pilihan #widih)

Loh kok, jadi ngomongin itu yah? Hmm.. balik lagi ke yang tadi deh. Yang jelas aku sangat sangat kangen sama dia, aku pengen dia cepet pulang, cepet hubungin aku. Sempet aku mikir, kenapa dia gak minjem hp sodaranya aja buat sekedar ngabarin keadaannya ke aku. Atau jangan-jangan.. dia gak inget sama aku ya? Noo TT.TT
Tapi yang paling penting, aku harap dia baik-baik aja disana (meski aku nelangsa tingkat dewa).
Cepet pulang yaa, aku kangen :'( sumpahan deh!

Rabu, 28 Juli 2010

Semua Berawal dari Mimpi :)

Saat aku dan grup angklungku mengisi acara peringatan Hardiknas di Alun-alun kota Subang, aku mendengar pengumuman bahwa kakak kelasku, kak Rizky dinobatkan menjadi siswa berprestasi Kabupaten Subang tingkat SMP. Hatiku tergetar entah kenapa. Rasa ingin, terlebih iri menyeruak. Tapi ternyata, setahun kemudian aku yang diberi kehormatan itu :)

Saat ada Pekan Kreatifitas Siswa di SMPku, aku menatap sosok tinggi'nya' dengan kagum. Sosok tinggi seorang kakak kelas. Dengan sorot mata polos seorang anak kelas 1 SMP, mataku mengikuti setiap langkahnya yang berjalan kian kemari menyusuri panggung. Ternyata, 3 tahun kemudian, tepatnya sekarang, saat aku kelas 1 SMA, aku bisa berkenalan dengannya, ngobrol dengannya, chatting atau komen"an di fb dengannya, dan berteman dengannya. Sesuatu yang kukira tidak mungkin saat itu.

Saat seleksi masuk IJSO, kurasakan diriku menciut. Kurasakan diriku sangat kecil, lemah, dan tak berdaya saat melihat tampang-tampang jenius lawan-lawanku. Aku pasrah waktu itu, terlebih setelah mendapatkan 'an accident'. Tapi kata guruku: "Kalau mau masuk nasional, disinilah jalan pintas yang tepat" (disebut jalan pintas karena seleksi ini langsung serentak nasional, tidak di kabupaten dulu, terus provinsi, dst).
Aku makin menciut lagi mendengarnya. Ya benar, yang tadi itu jalan pintas. Tapi apakah aku akan lolos? Argh, kenapa aku tak lebih lebih lagi mempersiapkan semuanya? Sebuah penyesalan menyusup jiwa. Tapi penyesalan itu terbayar lunas kala berbulan-bulan kemudian aku dinyatakan meraih kursi keempat dari 45 kursi yang tersedia :)

Me and Math

Aku tahu olimp matik itu susah
Aku tahu di luar sana sangat sangat banyak orang yang lebih lebih jago dari aku
Aku juga tahu otakku mungkin gak cukup kuat untuk menaklukannya
Tapi itu bukan alasan untuk aku MUNDUR atau TAKUT

Sempat aku bingung
Nilai pelajaran paling besarku adalah Biologi
Tapi aku hanya sebatas suka, tidak cinta seperti kecintaanku pada matik

Sempat aku kembali bingung
Kakak" kelas menyarankanku pindah ke komputer
Katanya, soal"nya sejenis sama matik, tapi saingannya dikit
Tapi aku takut salah langkah

Aku bingung
Apakah aku harus tetap konsisten di matik?
Aku takut
Takut gagal, takut mengecewakan keluarga, teman", dan guru"

Ada yang berkata, " Kamu kan udah nembus nasional, nu! tenang aja!"
Ya! Aku udah sampe nasional.
Aku udah ngalamin fase training Centre tahap 1 di Bandung 1 bulan.
Tapi itu IJSO, bukan OSN matik.
Seleksinya juga psikotest sama IPA
Jadi, itu juga bukan alasan untuk aku bertenang diri

Aku tahu kesuksesanku di SMP hanya bermodal otak
Nggak kayak teman"ku di luar kota yang les sana les sini buat mersiapin itu semua
Tapi sekarang aku sudah maju satu langkah
Dengan bimbingan kakak" kelasku *makasih, kak :D
Kuharap aku BISA dan HARUS bisa!
Hingga kelak dapat bahagiakan mereka lagi..

28 Juli 2010,
Kutulis dengan penuh kebingungan

Rabu, 30 Juni 2010

mencoba flashback 2

Waktu itu hari Senin. Aku dateng pagi sama Hilfi Fadiahul PutriSiregar. Sperti di sekolah pada umumnya, hari itu juga diadakan upacara di sekolahku. Dengan pedenya aku dan hilfi baris di depan. Padahal aku tahu tadi aku gak sempet sarapan karna dia nyamper ke rumah pagi" =,=. Kontan saja saat bu Wara menyampaikan amanat, aku gak kuat lagi berdiri. Rasanya pingin pingsan. Aku ngajak c hilfi ke UKS (kelas 7H), takut gue keburu pingsan kan berabe, hehe.. (tumben nyadar body :D). Ceritanya dia yang nganter aku, tapi eh.. dia juga ikut"an nyangkut di UKS.. Aku udah mual" pngen muntah @.@ tapi masih coba bersikap ramah seperti biasa sama petugas UKS yang merupakan adik" kelasku, hehe.. Aku agak risih juga, abis jarang ke UKS sih, ini kali kedua aku masuk UKS..

Karena aku pusing, aku coba merebahkan kepala, ehh.. ada yang dateng! Dialah Nur Imam Ramdhani PutraSiregar! Dia sakit juga ternyata, wkwkwk.. Jadilah BCL" kelas 9b ngumpul semua. BCL 1 (nur imam), BCL 2 (hilfi), BCL 3 (aku), haha..

Seusai upacara, aku masih agak pusing, tapi terpaksa minggat dari ruang UKS karena kelasnya mau dipake belajar (aduh spensaa,, UKS barunya cepet jadi doong @.@). Eh, lagi puyeng gitu ditarik" sama Mira Budi Eriani PutriSiregar ke ruang BK buat ngurusin pendaftaran ke SMAnya. Sebagai teman yang baik, aku dan hilfi temenin dia. Setelah selesai kami ditraktir hilfi minum di kedai mang Eeng tercinta.. (preeedd..!)

Kami pun nongkrong di depan kelas bertiga sebagai nona bangsawan PutriSiregar. Datanglah Syahid Jaya PutraSiregar ikut nongkrong. Kami ngobrol"lah. Entah siapa yang ngusulin, kami pun pergi keluar nyari makan dengan pemegang biaya hilfi, wkwk. Lalu angkot yg kami tumpangi membawa kami ke KFC..

Karena bos kita tidak membawa uang banyak, kita hanya makan sedikit kecuali Syahid! =,=
Oia, syahid juga merupakan satu"nya cwo yg ikut krna PutraSiregar yg lain, nur Imam gk ikut dikarenakan gak ketemu lagi sma dy..

Udah makan n fto", kami pulang naik angkot lagi. Tiba di sekolah, sekolah udah sepi. Kelas 9 udah pada pulang, tinggallah kelas 7 n 8 yang belajar di kelasnya masing" tapi beda gedung sma kelas 9. Kami berempat memutuskan berfoto di lantai atas gedung kelas 9. Lalu aku tersadar, "Hei, gimana kalau 'mereka' masih mojok di atas?"
"Ah, udah pulang mereun 'mereka' mah.."

Udah tau belum siapa 'mereka'? Tunggu yaa..

Lalu karena ketiga temanku membujuk, akhirnya aku ikut juga. Dan coba tebak? BENAR! Disana ada 2 makhluk berinisial I dan G sedang berduaan di kelas yang sepi! Menjijikkan...
"Tadi aku masuk, ada mereka di dalam" kata Mira yang bertugas memeriksa keadaan.
"Sabar, nu..." gatau siapa yang ngomong.
"Denger, ya. Aku udah GAK SUKA SEDIKITPUN LAGI sama dia!!"
sesudah itu tak ada yang membahas hal itu lagi. Dengan WATADOSnya kita fto", keketawaan, mengganggu kekhusyukan mereka yang mojok. Aku difoto berdua sama syahid (memalukan... =,=). dan tahukah kaliaan?? Si tukang mojok itu akhirnya kalah dan angkat kaki dari wilayah jajahan kita. HAHAHAHAH... Lebih leluasa main deh kita!

udah ini apa? Pokoknya ada hal indah lain.. Yang paling indah.. Tapi aku capek ngetik, hehe.. Yaudah ntar lagi aja :D

Selasa, 29 Juni 2010

mencoba flashback 1

Hari Sabtu. Seperti biasa diadakan kegiatan psikologi bagi anak" IJSO. hari itu aku tak seceria biasanya karena aku baru sembuh sakit. Entah kenapa terserang sakit. Apa aku terlalu stres? Entahlah..

Ibu Yuni, pembimbing kegiatan ini memberikan beberapa games. Aku pun tak ingat hari itu beliau memberikan games apa saja. Tapi yang paling aku ingat yang ini...

Ada 45 anak IJSO dikurangi 4 anak yang ikut IWYMIC, jadi total anak di aula tempat biasa kami belajar itu ada 41 anak ditambah ibu Yuni. 41 anak tersebut disuruh berdiri berpegangan tangan membentuk lingkaran yang memenuhi ruangan. Setelah itu kami disuruh mencari pasangan. Semua pun sudah mendapat pasangan. Aku lupa aku pasangannya sama siapa waktu itu, kalau tidak salah sama Reka. Tapi ibu Yuni memberikan instruksi lain, "Kalau bisa putra-putri!". Beberapa anak agak tidak setuju, malu-malu gitu lah. Tapi setelah beberapa saat yang cukup lama akhirnya ada juga yang udah dapet pasangan (itu pun yang udah berteman akrab). Aku dan beberapa temanku gak berani nyari. Tiba-tiba ada seorang cowo yang mendekati aku. Dia seperti yang mau ngajak aku (ngarep, ahaha). Terang aja hatiku kebat-kebit. Asal kalian tahu ya, DULU aku menyukai dia. Dia sudah semakin dekat... tapi... BALIK LAGI!! Zzzz... bikin bete aja. Aku masih berharap.. ayo doong.. berani.. berani.. Ah! terlalu lama! Akhirnya aku sama Hilda aja, temen cewekku. Padahal aku udah berharap gitu.. Tapi masa' aku yg ngajak duluan? Bzz... Ah! kamu terlalu berharap Nurani.. Mana mungkin dia jadi pasangan kamu? enggak semudah kiwah sama adit atau dhinny sama yusuf! Arrgghh.. Campuraduk deh perasaan gue..
Hari itu aku bete bgt. Pas dibagi kelompok jadi 5 orang juga aku gak sekelompok sama orang" yang aku pengen :( rasanya ingin balik ke kamar n tidur aja dah.. Kayak kemarin" waktu aku sakit..

Dan waktu terus berjalan.. berjalan.. tanpa kompromi, hehe.. sampai aku pulang ke Subang, sampai aku jadi siswa biasa lagi, dan onlinelah hobbyku yang baru :D

Suatu hari aku lagi online di FB (oia, add FBku ya.. noeranie_iq77@yahoo.co.id ;)) Aku chattingan sama si cowo itu.. dan kalian tahu? Dia buat sebuah pengakuan tentang perasaannya (aku sensor aja deh). Dan di akhir pengakuannya itu dia bilang: waktu hari sabtu itu tadinya aku mau ngajak kamu jadi pasangan aku, tapi aku malu..

Hahaha.. konyol gak sih? Sumpah, aku jadi teringat kejadian yang telah berlalu hampir setahun itu, teringat kedongkolan hati aku waktu itu dan membayangkan gimana seandainya aku dan dia bareng waktu itu, pasti anak-anak heboh :D. Aku tak sangka, sungguh tak sangka. Rasa yang kurasakan waktu itu ternyata dia juga rasakan.. :)

Selasa, 15 Juni 2010

Curahan Hati Nurani

Jangan sangka menjadi seorang Nurani itu mudah
Ribuan liter keringat dan air mata
Segala pengorbanan dan dedikasi
Atau segudang prestasi
bahkan tak cukup untuk
MEMBELI setitik KEBAHAGIAAN yang sangat aku dambakan

Aku tahu aku hanya seorang siswa
Tapi aku berusaha, SANGAT berusaha untuk menjadi SISWA yang berguna
Yang tak hanya datang saat bel dan pulang pun saat bel

Pernahkah kalian melihat wajahku kusut karena lelah berlatih ANGKLUNG??
Atau keringat bercucuran saat ada kegiatan OSIS??
Atau bahkan agak marah saat menagih tugas majalah kepada anggota INSA agar terbit tepat waktu??
Atau hal yang sepele seperti menjadi KETUA KELAS yang sering MAKAN HATI??
Perjuanganku itu semua akhirnya hanya terbalas SAKIT!!

Tak tahukah mereka aku pernah mengalami stress sebelum kuraih penghargaan?
Tak tahukah mereka bahwa AKU dan IBUKU berjuang agar tetap mempertahankan gelar JUARA??
YA, mungkin mereka TAK TAHU dan TAK MAU TAHU
Yang mereka mau hanyal
ah PENGHARGAAN DAN GELAR JUARANYA

Tak inginkah mereka membahagiakan aku?
Dengan menyingkirkan SEDIKIT saja rasa IRI mereka?
Dan biarkan aku terima semua HAK aku?
Di saat-saat TERAKHIR aku?

04 Juni, sehari sebelum perpisahan yang menyakitkan