Rabu, 28 Juli 2010

Semua Berawal dari Mimpi :)

Saat aku dan grup angklungku mengisi acara peringatan Hardiknas di Alun-alun kota Subang, aku mendengar pengumuman bahwa kakak kelasku, kak Rizky dinobatkan menjadi siswa berprestasi Kabupaten Subang tingkat SMP. Hatiku tergetar entah kenapa. Rasa ingin, terlebih iri menyeruak. Tapi ternyata, setahun kemudian aku yang diberi kehormatan itu :)

Saat ada Pekan Kreatifitas Siswa di SMPku, aku menatap sosok tinggi'nya' dengan kagum. Sosok tinggi seorang kakak kelas. Dengan sorot mata polos seorang anak kelas 1 SMP, mataku mengikuti setiap langkahnya yang berjalan kian kemari menyusuri panggung. Ternyata, 3 tahun kemudian, tepatnya sekarang, saat aku kelas 1 SMA, aku bisa berkenalan dengannya, ngobrol dengannya, chatting atau komen"an di fb dengannya, dan berteman dengannya. Sesuatu yang kukira tidak mungkin saat itu.

Saat seleksi masuk IJSO, kurasakan diriku menciut. Kurasakan diriku sangat kecil, lemah, dan tak berdaya saat melihat tampang-tampang jenius lawan-lawanku. Aku pasrah waktu itu, terlebih setelah mendapatkan 'an accident'. Tapi kata guruku: "Kalau mau masuk nasional, disinilah jalan pintas yang tepat" (disebut jalan pintas karena seleksi ini langsung serentak nasional, tidak di kabupaten dulu, terus provinsi, dst).
Aku makin menciut lagi mendengarnya. Ya benar, yang tadi itu jalan pintas. Tapi apakah aku akan lolos? Argh, kenapa aku tak lebih lebih lagi mempersiapkan semuanya? Sebuah penyesalan menyusup jiwa. Tapi penyesalan itu terbayar lunas kala berbulan-bulan kemudian aku dinyatakan meraih kursi keempat dari 45 kursi yang tersedia :)

Me and Math

Aku tahu olimp matik itu susah
Aku tahu di luar sana sangat sangat banyak orang yang lebih lebih jago dari aku
Aku juga tahu otakku mungkin gak cukup kuat untuk menaklukannya
Tapi itu bukan alasan untuk aku MUNDUR atau TAKUT

Sempat aku bingung
Nilai pelajaran paling besarku adalah Biologi
Tapi aku hanya sebatas suka, tidak cinta seperti kecintaanku pada matik

Sempat aku kembali bingung
Kakak" kelas menyarankanku pindah ke komputer
Katanya, soal"nya sejenis sama matik, tapi saingannya dikit
Tapi aku takut salah langkah

Aku bingung
Apakah aku harus tetap konsisten di matik?
Aku takut
Takut gagal, takut mengecewakan keluarga, teman", dan guru"

Ada yang berkata, " Kamu kan udah nembus nasional, nu! tenang aja!"
Ya! Aku udah sampe nasional.
Aku udah ngalamin fase training Centre tahap 1 di Bandung 1 bulan.
Tapi itu IJSO, bukan OSN matik.
Seleksinya juga psikotest sama IPA
Jadi, itu juga bukan alasan untuk aku bertenang diri

Aku tahu kesuksesanku di SMP hanya bermodal otak
Nggak kayak teman"ku di luar kota yang les sana les sini buat mersiapin itu semua
Tapi sekarang aku sudah maju satu langkah
Dengan bimbingan kakak" kelasku *makasih, kak :D
Kuharap aku BISA dan HARUS bisa!
Hingga kelak dapat bahagiakan mereka lagi..

28 Juli 2010,
Kutulis dengan penuh kebingungan